
HARAPANBARU.NET, MAKASSAR_Sulawesi Selatan, SRMA 26 Makassar hadir sebagai sekolah rakyat berasrama dengan fasilitas lengkap. Mengusung “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, sekolah ini menyiapkan generasi emas yang sehat, berkarakter, dan mandiri.
Pagi di Sekolah Rakyat
Pagi baru saja merekah di Tamalanrea. Kabut tipis masih menari di atas Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10 ketika deretan anak-anak berbaris rapi di halaman sebuah sekolah sederhana yang berdiri anggun di tepi jalan raya. Namanya Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar.
Bagi sebagian besar orang, sekolah hanyalah tempat belajar. Namun bagi 150 siswa di sini, sekolah adalah rumah sesungguhnya—tempat di mana perut tak lagi lapar, tubuh tak lagi letih mencari nafkah, dan pikiran bebas bermimpi.Semua kebutuhan mereka—mulai dari makan tiga kali sehari, camilan hangat, sabun mandi, hingga pembalut wanita—ditanggung negara.
Sekolah Rakyat dengan Fasilitas Lengkap
Meski sederhana, SRMA 26 Makassar menyimpan janji besar: melahirkan generasi emas yang sehat, berkarakter, dan tangguh menatap masa depan.
Sekolah ini bukan sekadar ruang belajar. Ada fasilitas ibadah, olahraga, mushola, kamar tidur, toilet, dapur, hingga klinik kesehatan yang siap melayani siswa kapan pun dibutuhkan.7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Sosok visioner di balik sekolah ini adalah Andi Ernawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D., atau akrab dipanggil Andi Erna. Sejak dilantik pada 14 Juli 2025, ia membawa semangat baru dengan menerapkan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program yang diluncurkan Kemendikdasmen pada akhir 2024.
Ketujuh kebiasaan itu adalah:
Bangun pagi
Beribadah
Berolahraga
Makan bergizi
Gemar belajar
Bermasyarakat
Tidur tepat waktu
“Sekolah rakyat ini tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga watak dan kepribadian,” ujar Andi Erna.
“Kami ingin setiap anak terbiasa hidup sehat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai moral dan kebersamaan.”
Matrikulasi: Dari Dasar Menuju Kemandirian
Sebagian besar siswa berasal dari keluarga prasejahtera, tak hanya dari Makassar, tetapi juga Maros, Gowa, hingga Selayar. Untuk menyamakan kemampuan dasar, sekolah menerapkan program matrikulasi.
Di sinilah anak-anak belajar bahwa kemandirian tidak datang seketika. Ia ditempa lewat rutinitas sederhana: bangun pagi, belajar disiplin, menjaga kesehatan, hingga berbagi dalam kebersamaan.Kepemimpinan yang Menjadi Teladan
Sebagai pemimpin, Andi Erna tak hanya mendidik siswanya, tapi juga melatih dirinya sendiri. Ia sudah dua kali mengikuti retreat kepala sekolah rakyat untuk memperkuat keteladanan dan kepemimpinan.
“Keteladanan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam karakter dan ketahanan diri,” tegasnya.
Harapan dari Timur Indonesia
Sekolah rakyat adalah janji negara yang ditepati. Dan SRMA 26 Makassar adalah buktinya. Dari sekolah berasrama ini, anak-anak diajarkan untuk menulis ulang masa depan mereka: lebih sehat, lebih berkarakter, lebih siap menyongsong Generasi Emas 2045.
Dari Makassar, api kecil itu menyala. Semoga kelak menjadi cahaya besar yang menerangi jalan anak bangsa di seluruh Indonesia.