Puluhan Perawat RSUD Bulukumba Ikuti Pelatihan BTCLS, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Kegawatdaruratan

Avatar

HARAPAN-BARU.NET, Bulukumba –Sebanyak 50 perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja (HASDR) Bulukumba mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.

Pelatihan yang berlangsung secara blended learning melalui metode daring dan luring itu dibuka oleh Wakil Direktur Non Medik Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan RSUD HASDR Bulukumba, Muh. Irfan, S.Sos, mewakili Direktur RSUD HASDR, di Aula Lantai II Gedung Manajemen, Selasa 17 Juli 2026.

Pelatihan BTCLS ini terselenggara melalui kerja sama antara RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Peringati Hari Penglihatan Sedunia, RSUD Bulukumba Edukasi Warga soal Kesehatan Mata
Seluruh fasilitator dan pemateri berasal dari HIPGABI Sulawesi Selatan yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang kegawatdaruratan.

Dalam sambutannya, Muh. Irfan menegaskan bahwa pelatihan BTCLS merupakan salah satu program strategis rumah sakit untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga keperawatan yang bertugas di unit-unit dengan tingkat kegawatdaruratan tinggi.

“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi standar kompetensi, tetapi juga menjadi bekal penting bagi perawat dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional kepada pasien, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

“Ikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga tuntas. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh nantinya diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat serta mendukung keselamatan pasien di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja,” tambahnya.

Muh. Irfan menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 14–19 Juli 2026, sedangkan angkatan kedua dijadwalkan pada 21–26 Juli 2026. Seluruh peserta merupakan perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan tim evakuasi rumah sakit.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi teori dan praktik yang meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan trauma, serta penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular. Materi disampaikan oleh instruktur profesional dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Sulawesi Selatan yang berpengalaman di bidang kegawatdaruratan.

Sementara itu, Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abhy, berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Andi Utta Minta Peserta PKP Tak Cuma Mantap di Konsep
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini hingga selesai dengan hasil yang maksimal. Namun, yang tidak kalah penting adalah pelayanan kepada pasien harus tetap menjadi prioritas sehingga pelaksanaan pelatihan tidak mengganggu operasional rumah sakit,” tuturnya.

Melalui pelatihan BTCLS ini, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang cepat, tanggap, profesional, dan berkualitas bagi masyarakat.