Balita di Gantarang Tersiram Air Panas dan Terbakar, RSUD Bulukumba Lakukan Penanganan Intensif

Avatar

HARAPANBARU.NET, Bulukumba – Suasana dapur sederhana di sebuah rumah di Kirasa, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, berubah menjadi kepanikan pada Jumat siang, 20 Februari 2026.

Seorang balita perempuan, Sitti Nirsan (lahir 12 Desember 2019), mengalami luka bakar setelah tersiram air panas dan terkena percikan api dari tungku kayu.

BACA JUGA:  Disparpora Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Gunung
Peristiwa nahas itu terjadi saat kedua orang tuanya tengah memasak air menggunakan tungku berbahan kayu dan daun kelapa. Air yang telah mendidih sebagian dipindahkan ke termos oleh sang ibu. Namun, sisa air panas yang masih berada di wadah justru diangkat oleh Nirsan.

Niat kecilnya untuk membantu sang ibu berujung petaka.

“Tak terduga dengan niat ingin membantu ibunya, Nirsan terkena siraman air panas. Karena kaget, ia menginjak tungku kayu hingga percikan api mengenai bajunya dan terbakar, sehingga menyebabkan luka bakar di kulitnya,” ungkap Ati, keluarga korban, saat menceritakan kronologi kejadian.

Api yang menyambar pakaian korban memperparah kondisi luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya. Tangis dan kepanikan menyelimuti keluarga yang tak pernah membayangkan siang itu akan menjadi salah satu hari paling berat dalam hidup mereka.

BACA JUGA:  Erick Thohir Resmi Jadi Menpora RI, Tegaskan Pemuda Harus Bersaing Global
Dilarikan ke RSUD Andi Sulthan Daeng RadjaSehari setelah kejadian, Sabtu, 21 Februari 2026, Nirsan dilarikan ke RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja untuk mendapatkan perawatan medis.

Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan tindakan penanganan intensif sesuai prosedur medis yang berlaku.

Hingga kini, Nirsan masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan rumah sakit. Luka bakar yang dialaminya membutuhkan observasi dan penanganan berkelanjutan guna mencegah infeksi serta memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.

Dalam proses perawatan tersebut, keluarga memilih jalur pelayanan umum dan tidak menggunakan BPJS Kesehatan. Mereka berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar biaya pengobatan dan proses pemulihan dapat berjalan lancar.

“Kami berharap kondisi Nirsan segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tutur Ati dengan suara lirih penuh harap.

RSUD Pastikan Penanganan Maksimal
Sementara itu, Andi Ibri Amin yang akrab disapa Abhy selaku tim Humas PKRS RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba memastikan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami memastikan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba memberikan penanganan maksimal sesuai prosedur medis yang berlaku,” tegasnya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi banyak keluarga tentang pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama di area dapur dan sekitar sumber api maupun air panas.

Di balik luka yang kini dirawat di ruang perawatan, tersimpan harapan besar agar Nirsan segera pulih—kembali berlari, kembali tertawa, dan kembali memeluk hangat kedua orang tuanya tanpa rasa perih.

BACA JUGA:  Verifikasi Berkas PPPK Paruh Waktu di Bulukumba Rampung, Hasil Akhir Tunggu Batas DRH