Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, RSUD Bulukumba Sosialisasikan Deteksi dan Penanganan Kehamilan Risiko Tinggi

Avatar

HARAPAN-BARU.NET, Bulukumba, 25 Februari 2026 — Di sebuah ruang tunggu yang tak lagi sekadar menjadi tempat menanti giliran pemeriksaan, suara edukasi mengalun hangat.

Di sanalah harapan tumbuh, di antara kursi-kursi Poliklinik KIA Rawat Jalan, ketika RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menggencarkan sosialisasi pencegahan kanker serviks serta deteksi dan penanganan kehamilan risiko tinggi, Selasa (25/2).

BACA JUGA:  RS Universitas Hiroshima Jepang, Jajaki Kerjasama RSUD Bulukumba
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.

Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) memandu jalannya kegiatan, menghadirkan dr. Aisyah Nurul Shafira, dokter residen Obstetri dan Ginekologi (Obgin), sebagai pemateri utama.

Kanker Serviks: Ancaman Sunyi yang Bisa Dicegah

Dalam pemaparannya, dr. Aisyah menekankan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu jenis kanker terbanyak yang menyerang perempuan. Ironisnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

BACA JUGA:  Balita di Gantarang Tersiram Air Panas dan Terbakar, RSUD Bulukumba Lakukan Penanganan Intensif
Ia menjelaskan bahwa infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks. Namun, faktor risiko lain seperti perilaku seksual tidak aman, kebersihan organ reproduksi yang kurang terjaga, hingga rendahnya kesadaran pemeriksaan rutin turut berperan.

“Pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, tapi konsisten,” ujar dr. Aisyah di hadapan peserta.

Langkah-langkah seperti vaksinasi HPV, pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) atau Pap smear secara berkala, serta menjaga pola hidup sehat menjadi kunci utama.

Ia juga mengingatkan gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
Perdarahan tidak normal di luar siklus haid

Nyeri panggul berkepanjangan
Keputihan yang tidak biasa dan berbau
Edukasi ini ditujukan terutama kepada perempuan usia subur (WUS) dan remaja, agar kesadaran pencegahan tumbuh sebelum risiko datang mengetuk pintu.

Kehamilan Risiko Tinggi: Kenali Tanda Bahaya Sejak Awal

Pada sesi berikutnya, perhatian peserta tertuju pada topik kehamilan risiko tinggi. Dr. Aisyah menjelaskan bahwa tidak semua kehamilan berjalan tanpa tantangan.

Ciri-ciri kehamilan risiko tinggi meliputi:
Usia ibu terlalu muda atau di atas 35 tahun

Riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi atau diabetes
Riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya

BACA JUGA:  Aksi Bersih Pantai Merpati Bulukumba Gaungkan Pesan Cinta Lingkungan di Festival Pinisi
Ia juga memaparkan tanda bahaya yang harus segera mendapat perhatian medis, seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, pembengkakan berlebihan, hingga penurunan gerak janin.

“Pemeriksaan kehamilan rutin adalah benteng pertama keselamatan ibu dan bayi,” tegasnya.

Rujukan tepat waktu ke fasilitas kesehatan yang memadai menjadi langkah krusial ketika faktor risiko teridentifikasi.

Edukasi sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Maksum Tantu, PKRS dan Humas rumah sakit, menegaskan bahwa kegiatan ini menyasar perempuan usia subur, remaja, serta masyarakat umum. Tujuannya jelas: membangun pemahaman bahwa kanker serviks dapat dicegah, dan kehamilan risiko tinggi dapat ditangani lebih aman dengan deteksi dini.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil harus menjadi prioritas bersama. Dengan pemantauan optimal dan intervensi medis yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.

Melalui sosialisasi ini, RSUD HASDR Bulukumba berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi semakin meningkat.

Sebab di balik setiap edukasi, ada harapan untuk menekan angka kejadian kanker serviks dan komplikasi kehamilan risiko tinggi di Kabupaten Bulukumba.

Di ruang sederhana itu, pengetahuan menjadi cahaya. Dan dari cahaya itu, lahir langkah-langkah kecil yang kelak menjaga banyak kehidupan.