Di Tengah Libur Lebaran, RSUD Andi Sultan Daeng Radja Tetap Buka 24 Jam untuk Layanan Darurat

Avatar

HARAPAN-BARU.NET, BULUKUMBA — Di saat gema takbir mengalun lembut menyelimuti langit malam dan keluarga berkumpul dalam hangatnya perayaan Idul Fitri 1447 H, denyut pelayanan kesehatan di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja tetap berdetak tanpa jeda.

Di balik pintu-pintu rumah sakit, ada komitmen yang tak ikut berlibur—komitmen untuk menjaga hidup tetap menyala.
Di tengah penyesuaian layanan selama cuti bersama, rumah sakit milik daerah ini memastikan bahwa pelayanan esensial tetap beroperasi penuh, menjawab kebutuhan masyarakat yang tak mengenal waktu.

Humas RSUD, Andi Abhy, menegaskan bahwa layanan vital tetap siaga 24 jam.

“Kami tetap mengutamakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama untuk kondisi darurat dan layanan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya, dengan nada yang mencerminkan tanggung jawab yang tak bisa dinegosiasikan.

BACA JUGA:  Amaly Farm Milik Andi Utta di Sinjai: Wisata Pertanian Modern dan Edukasi
Seperti mercusuar di tengah gelapnya laut malam, Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdiri paling depan—terbuka sepanjang waktu.

Bersamanya, layanan rawat inap, hemodialisa, persalinan, radiologi, hingga laboratorium tetap beroperasi, dijaga oleh tenaga medis yang bergiliran, seolah estafet pengabdian yang tak pernah jatuh.

Di tengah hiruk pikuk mudik dan riuhnya perayaan, ada kesunyian lain yang dijaga: ruang-ruang perawatan, suara monitor detak jantung, dan langkah cepat tenaga medis yang tetap setia pada sumpah profesinya.

BACA JUGA:  Andi Utta Tutup Lomba Foto Bawah Laut Internasional di Bulukumba
Langkah ini, menurut Andi Abhy, bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari komitmen pelayanan. Sebuah janji yang ditegakkan bahkan ketika sebagian layanan lain harus beristirahat sejenak.

Sementara itu, layanan poliklinik rawat jalan akan tutup sementara mulai 18 hingga 24 Maret 2026, dan kembali menyambut pasien pada 25 Maret 2026. Penyesuaian ini diharapkan dapat dipahami masyarakat, sembari tetap menjaga kesehatan di tengah perayaan.

Di ujung pernyataannya, terselip pesan sederhana namun bermakna: agar masyarakat bijak mengatur jadwal kunjungan dan tak lalai menjaga diri.

Sebab di hari kemenangan, kesehatan tetap menjadi fondasi utama—dan di Bulukumba, ada rumah sakit yang memilih untuk tetap terjaga, ketika sebagian dunia terlelap dalam suka cita.